Resume PKKMB Universitas Lampung Tahun 2025 "Mahasiswa Tangguh, Inklusif, dan Berdampak untuk Indonesia Emas 2045"

Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Lampung 2025 yang dilaksanakan pada 14–15 Agustus 2025 merupakan kegiatan awal yang dirancang untuk memperkenalkan lingkungan akademik, tata nilai, serta budaya universitas kepada mahasiswa baru. Melalui rangkaian kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi dengan cepat, memahami hak dan kewajibannya sebagai mahasiswa Universitas Lampung, serta membangun karakter yang berintegritas, kritis, dan berdaya saing. Resume ini disusun sebagai rangkuman materi utama yang disampaikan pada hari pertama dan kedua PKKMB, agar dapat menjadi pegangan sekaligus pengingat bagi mahasiswa baru dalam menjalani kehidupan perkuliahan di Universitas Lampung. Dengan adanya resume ini, diharapkan mahasiswa lebih mudah menyerap inti dari setiap materi yang disampaikan serta mengaplikasikannya dalam keseharian di kampus.

DAY 1 : PKKMB UNILA TAHUN 2025 (14 AGUSTUS 2025)

 MATERI I : “Pengembangan Karakter Mahasiswa” 
Pemateri: Irjen. Pol. Helmy Santika, S.H., S.I.K., M.Si. (Kapolda Lampung) yang diwakilkan oleh AKBP Vicky Dzulkarnain, M.M
Materi ini menekankan bahwa mahasiswa adalah agen perubahan sekaligus penggerak bangsa di masa depan. AKBP Vicky mengajak mahasiswa untuk membangun karakter yang berlandaskan kejujuran, integritas, disiplin, serta empati sosial. Dalam kehidupan kampus, mahasiswa tidak hanya dituntut unggul dalam bidang akademik, tetapi juga perlu mengembangkan kepribadian, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Beliau juga menegaskan pentingnya menjauhi perilaku negatif seperti narkoba, radikalisme, maupun kejahatan siber, dan sebaliknya menjadi teladan yang baik bagi masyarakat.

MATERI II : “Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri”

Pemateri: Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T



Materi ini menyoroti upaya Universitas Lampung dalam menghadapi era digital dan revolusi industri 4.0 melalui akreditasi internasional, salah satunya Program Studi Kimia yang telah terakreditasi RSC di Inggris. Prof. Suripto juga memperkenalkan konsep “BE STRONG” sebagai pedoman pengembangan perguruan tinggi, yaitu:

  • B: Business Sector

  • E: Empowerment of Human Resources

  • S: Service for Community

  • T: Teaching

  • R: Research

  • O: Organizational Partnership

  • N: Network Infrastructure

  • G: Good University Governance



Selain itu, fasilitas kampus seperti perpustakaan, laboratorium, pusat inovasi, fasilitas olahraga, dan asrama mahasiswa ditekankan untuk dimanfaatkan secara maksimal oleh mahasiswa baru.

MATERI III : “Transformasi Bandar Lampung Menuju Kota Metropolitan”

Pemateri: Hj. Eva Dwiana (Walikota Bandar Lampung) yang diwakilkan oleh Paryanto, S.IP (Kaban Kesbangpol Bandar Lampung)

Materi ini menekankan bahwa PKKMB merupakan wahana penting bagi mahasiswa baru Universitas Lampung untuk memahami kampus sebagai lingkungan akademik. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk memperluas wawasan, memanfaatkan sarana akademik secara optimal, serta membangun pemahaman mengenai wacana kebangsaan dan nilai-nilai kemanusiaan.


PKKMB juga menjadi media pembekalan agar mahasiswa mampu belajar secara efektif dan menaati norma-norma yang berlaku di kampus. Selain itu, pemateri menyampaikan harapan agar mahasiswa baru dapat berkontribusi dalam pembangunan Kota Bandar Lampung melalui gagasan dan inovasi. Masa perkuliahan sebaiknya digunakan untuk mengembangkan diri, berorganisasi, berinteraksi dengan masyarakat, serta berani keluar dari zona nyaman. Dengan menjadikan setiap tantangan sebagai peluang, mahasiswa diharapkan mampu turut serta dalam mewujudkan Bandar Lampung sebagai kota metropolitan yang maju, sejahtera, dan menjadi kebanggaan bersama.


MATERI IV : “Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara”

Pemateri: Komandan Korem 043/Gatam Brigjen TNI Haryantana, S.H.


Materi ini menekankan pentingnya kesadaran bela negara dan wawasan kebangsaan bagi mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa. Pemateri menyoroti bahaya narkoba, radikalisme, dan pergaulan bebas yang dapat melemahkan moral serta mengancam persatuan nasional.

Wawasan kebangsaan dijelaskan mencakup rasa kebangsaan, pemahaman kebangsaan, serta semangat kebangsaan yang harus dimiliki setiap individu. Selain itu, pemateri mengingatkan ancaman serius seperti gerakan separatis, masalah demografi, dan menurunnya rasa nasionalisme.


Untuk menghadapinya, mahasiswa harus memiliki karakter kuat, tujuan hidup yang jelas, dan kemampuan berkompetisi secara positif. Di era globalisasi, wawasan kebangsaan berfungsi sebagai benteng menghadapi ancaman militer maupun non-militer. Mahasiswa diharapkan mampu berpikir global tetapi tetap bertindak nyata di tingkat lokal demi kepentingan bangsa.


DAY 2 : PKKMB UNILA TAHUN 2025 (15 AGUSTUS 2025)

MATERI V : “Peran Mahasiswa di Era Digital (Sistem Pendidikan Tinggi di Indonesia)”

Pemateri: Prof. Dr. Sunyono, M.Si.

Sesi 1: Peran Mahasiswa di Era Digital

  • Adaptasi terhadap Teknologi
    Mahasiswa dituntut untuk terbiasa menggunakan berbagai sarana digital, mulai dari aplikasi pembelajaran, software pendukung, hingga platform daring. Kecakapan seperti coding, mengolah data, dan memanfaatkan media sosial secara sehat akan menjadi bekal penting di masa depan.

  • Fleksibilitas dan Daya Tahan Mental
    Kemampuan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi serta menghadapi perubahan mendadak membuat mahasiswa lebih siap menghadapi tantangan baru tanpa mudah goyah.

  • Keterampilan Pemecahan Masalah
    Berpikir kritis dan analitis dibutuhkan agar mahasiswa mampu merumuskan ide serta solusi inovatif ketika dihadapkan pada persoalan yang kompleks di era digital.




Sesi 2: Sistem Pengembangan Kemahasiswaan

  • Literasi Digital
    Mahasiswa perlu mampu menilai keaslian informasi serta membedakan data yang valid dari hoaks di tengah banjirnya arus informasi.

  • Etika dalam Dunia Digital
    Sikap menghormati privasi, menghindari plagiarisme, serta menggunakan teknologi secara bijak adalah bagian dari tanggung jawab mahasiswa di ruang digital.

  • Komunikasi yang Efektif
    Kemampuan menyampaikan gagasan secara jelas melalui media digital—baik lewat presentasi, email profesional, maupun media sosial—merupakan keterampilan yang harus dikuasai.

  • Kontribusi terhadap Inovasi

    1. Kreativitas Solutif: menciptakan aplikasi atau platform yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, misalnya layanan pembelajaran daring atau aplikasi kesehatan.

    2. Keterlibatan Aktif: berpartisipasi dalam pengembangan startup, riset berbasis digital, atau komunitas teknologi sebagai wujud kontribusi nyata.

    3. Pemanfaatan Big Data: mengolah dan menganalisis data berskala besar untuk menghasilkan proyek yang bermanfaat, seperti membaca tren sosial maupun ekonomi.

0 Komentar